DramaEntertainmentFilmHistoricalNews

PREVIEW: BUMI MANUSIA

113views

Nontonapa – Kini rumah produksi Falcon Pictures mulai memperlihatkan taringnya setelah kali ini berkolaborasi dengan sutradara handal Hanung Bramantyo. Film yang berjudul Bumi Manusia ini ternyata merupakan adaptasi dari novel karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Buku pertama dari Tertaralogi Buru yang telah sukses menjadi sebuah mahakarya pada saar itu dicetak dalam 43 bahasa di seluruh dunia. Diperankan oleh Iqbal Ramadhan dan Mawar Eva bintang utamanya.

Image result for bumi manusia film

Film Bumi Manusia ini menceritakan tentang anak manusia yang meramu cinta di atas pentas pergelutan tanah kolonial awal abad 20-an. Inilah kisah Minke (Iqbal Ramadhan) dan Annelies (Mawar Eva). Cinta yang hadir di hati Minke untuk Annelies, membuatnya mengalami pergulatan batin yang tak berkesudahan.

Dia, pemuda pribumi, jawa totok. Sementara Annelies, gadis Indo Belanda anak seorang Nyai. Bapak Minke yang baru saja diangkat jadi Bupati, tak pernah setuju Minke dekat dengan keluarga Nyai, sebab posisi Nyai di masa itu dianggap sama rendah dengan binatang peliharaan.

Namun Nyai yang satu ini, Nyai Ontosoroh, Ibunda Annelies, berbeda. Minke mengagumi segala pemikiran dan perjuangannua melawan keangkuhan hegemoni bangsa kolonial. Bagi Minke, Nyai Ontosoroh adalah cerminan modernisasi yang kala itu sedang memulai geliatnya. Ketiak keangkuhan hukum kolonial mencoba merenggut paksa Annelies dari sisi minke, Nyai Ontosoroh pula yang meletupkan semangat agar Minke terus maju dan memekikkan satu kata, “Lawan!”. Berikut trailernya!

Ternyata, novel ini ditulis ketika sang penulis Pramoedya Ananta Toer yang sedang mendekam di dalam tahanan pulau Buru. Bermodalkan kertas bekas bungkusan semen untuk menulis kisah Bumi Manusia, jauh sebelum ditulis pada saat tahun 1975. Lalu ketika tahun 1980 novel ini sempat tersebar luas hingga pada 29 Mei 1980 justru dilarang untuk beredar olek Jaksa Agung.

Image result for bumi manusia novel

Alasan dilarangnya beredar oleh Jaksa Agung saat itu Pramoedya dianggap sebagai PKI dan sangat mengagumi sosok Soekarno yang diserbut juga Pram, sebagai satu-satunya pemimpim yang bisa mempersatukan Indonesia tanpa ada pertumpahan darah. Wah, tentunya ini akan menjadi film yang akan mengedukasi para pemuda pemudi Indonesia. Jangan lupa saksikan pada 15 Agustus 2019 nanti ya!

Leave a Response