EntertainmentFilmNews

EXSPORT GELAR KELAS FILM MUSIM HUJAN BERSAMA PIDI BAIQ

81views

Nontonapa- Exsport bersama dengan The Panasdalam movies menggelar kelas film yang dinamakan dengan Kelas Film Musim Hujan. Alasan Exsport mengadakan kelas film ini bertujuan untuk membuktikan bahwa Exsport menyasar anak remaja dan juga tren film di Indonesia yang makin tahun makin meningkat antusias penikmatnya. Namun alasan utamanya adalah karena Pidi Baiq yang sudah tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam merangkai kata adn gamabr dalam trilogi novel dan film Dilan. Sejak lama Exsport sudah bekerjasama dengan film Dilan dari mulai Dilan 1991. Pidi Baiq pun selaku founder The Panasdalamovies, melihat kerjasama ini sebagai peluang yang baik untuk meningkatkan kecintaan anak muda akan film Indonesia. Kelas film ini diadakan sebanyak tiga sesi dengan 50 peserta yang merupakan pelajar dari kota Bandung. Sampai dengan puncaknya kompetisi yang akan diumumkan pada Minggu, 23 Juni 2019.

Dibuka dengan kehadiran Ragil Raditya selaku CEO dari Nevix. Apa itu nevix? Ragil menjelaskan bahwa Nevix ini merupakan digital asset yang dibangun dengan teknologi blockchain merupakan sumber terbuka peer-to-peer yang terdesentralisasi. Membentuk ekosistem industri perfilman dimana para pemegang asset Nevix dapat terlibat secara langsung maupun tidak langsung di dalam proses produksi sampai dengan distribusi pada industri perfilman, baik sebagai produser maupun sebagai penonton atau bahkan keduanya. Jadi, sineas dapat bersinergi untuk mengajukan dukangan pendanaan dalam merealisasikan proyek film dari ide-ide yang mereka miliki melalui proses analisis, seleksi voting dan penyertaan modal dari para pemegang asset di ekosistem Nevux sehingga menjadi sebuah karya yang berkualitas. Nevix juga didukung penuh oleh Nevsky Prospect Indonesia yang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang IT dan teknologi, yang memiliki bidang usaha production house dengan nama Nevsky Pictures. Untuk pengguna kemudahan di era digital ini akan didapatkan oleh seluruh pengguna asset digital Nevix, dengan menyediakan fitur dompet digital, penambangan, serta pendanaan di dalam ekosistem proyek industri film, mejadikan Nevix memiliki inovasi terbaru untuk setiap orang yang tergabung didalamnya. Untuk perusahaan teknologi blockchain mulai menyempurnakan praktik bisnis lama sekaligus menciptakan sebuah peluang berkembangnya bisnis baru, Nevix hadir dengan memiliki sistem bisnis yang baru dan nyata sehingga bisa menguntungkan bagi setiap perusahaan yang bergerak di industri film. Untuk investor Nevix adalah aset digital yang dapat digunakan oleh setiap orang untuk melakukan pendanaan proyek film secara online dan mendapatkan sharing profit, mereka juga dapat menukarkan NVX dengan asset digital lainnya serta menambang asset digital NVX tambahan secara online.

Pembicara selanjutnya hadir dari Bicara Box Office, Sigit Prabowo. Namun ternyata Sigit berhalangan hadir yang akhirnya digantikan oleh Aria Gardhadipura dari Cinecrib. Cinecrib merupakan kritikus film yang berani menilai sebuah film secara jujur dengan kritik yang sangat tajam. Aria bercerita berawal dari kebiasaannya menulis review film di blog yang pad akhirnya harus merelakan blg karena dihack seseorang sampai dengan terserang virus malware. Aria merambah dunia Youtube membawa tema yang sama dengan blog yang ia kelola dulu pada saat itu mulai mereview pada tahun 2016. Aria menuturkan review itu belum tentu menentukan minat penonton, bahkan banyak juga review yang mengatakan filmnya ini biasa saja tapi penontonnya tetap lebih dari satu juta. Alasan Aria tetap mereview karna diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan review untuk saran dan kritik suatu film. Ternyata latar belakang Cinecrib mereview sebuah film awalnya karena mereka ini beranggotakan orang-orang yang memang sempat membuat film. Aria sadar betul untuk membuat sebuah karya film sangatlah susah dan tidak mudah. Maka dari pada itu Aria sangat kecewa ketika film seolah dibuat dengan asal-asalan, asal jadi padahal bisa digarap dengan lebih bagus lagi . Sempat mendengar kabar dari sebuah film yang tembus satu juta penonton yang tidak mau ia sebutkan nama filmnya, bahwa ketika proses shooting berlangsung, terkadang sutradaranya ini datang terlambat, atau bergantian dengan astrada, bahkan sempat juga tidak hadir ketika proses shooting berlangsung. Memang miris Aria mendengarnya, karna menurutnya film tersebut bisa menjadi film yang sangat bagus dengan kerja yang lebih maksimal.

Sesi selanjutnya diisi dengan Pidi Baiq dan Ody Mulya. Kolaborasi keduanya dalam membuat film Dilan ini, membuat nama keduanya makin dikenal banyak orang. Selain memang karya Pidi Baiq dalam novel Dilan yang sudah diragukan lagi, banyak rupanya rumah produksi yang ingin menggaet Pidi Baiq dengan mengfilmkan Dilan. Pidi mengaku mempunyai alasan tersendiri sehingga akhirnya dirinya memilih Maxima. Formula yang apik berhasil diramu oleh Max Pictures, sehingga film ini menembus angka hampir tujuh juta penonton. Keberhasilan Ody Mulya, CEO dan founder Max Pictures melihat value novel Dilan karya Pidi Baiq ini menjadi berkah tersendiri. Kegemarannya untuk mencari novel di Indonesia dengan materi cerita yang menarik jatuh pada kisah Dilan dan Milea. Ketika ditanya tentang pendapatnya atas sebuah platform yang bernama Nevix untuk dunia bisnis industri perfilman, Ody mengatakan ini merupakan terobosan yang baik untuk dunia perfilman. Platform ini bisa menjadi sebuah wadah untuk para sineas berbakat yang memiliki kendala tertentu untuk mewujudkan impian siapapun untuk membuat sebuah film.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang dari kelas film musim hujan yang terdiri dari 5 kelompok. Semua karya anak-anak Sekolah Menengah Atas ini sudah bisa dikatakan cukup bagus dan kreatif semuanya. Dan kelompok terbaik juara 1 jatuh kepada kelompok kodok berduri, mendapatkan uang sejumlah 4 juta rupiah. Wah selamat ya! Semoga acara bermanfaat ini akan terus diadakan untuk terus mendukung industri perfilman di Indonesia lebih baik.

Leave a Response