HorrorThriller

REVIEW: SEKTE

60views

Nontonapa – Film garapan William Chandra yang juga diproduseri oleh Derby Romero dan Marsio Juwono ini menceritakan tentang sorang wanita yang bernama Lia (Asmara Abigail) yang mengalami amnesi akibat kecelakaan. Pada saat itu Lia tidak sadar telah berada disebuah kamar dengan penuh luka dan terkapar dengan tangan terinfus. Yang akhirnya Lia menyadari bahwa dirinya berada di sebuah tempat pengobatan orang-orang tidak biasa. Orang-orang yang mengidap gangguan jiwa, pecandu narkoba, hingga penganut homoseksual.

Rumah pengobatan terlihat aneh, seram, dan tidak seperti rumah pengobatan lainnya. Suasannya pun begitu mencekam. Lia sudah merasa ada yang tidak beres dari rumah pengobatan tersebut. Lalu kita akan akan melihat petualangan Lia menemukan jawaban atas kejanggalan dari rumah pengobatan yang sedang ia tinggali tanpa kita mengetahui kejelasan memori dari Lia yang memang diceritakan mengalami kecelakaan. Sepanjang film kita akan dibubuhi rasa mencekam yang memang ditawarkan dari awal film.

Film yang dipenuhi dengan adegan jumpscare yang akan membuat kita tegang. Bisa dibilang film ini sebuah film horror yang berbeda dengan film bergenre serupa lainnya. Penuh dengan misteri dengan dialog yang minim pada awal cerita hingga kita akan merasakan ketegangan sejak awal.

Uniknya dalam film ini Willian Chandra berani menggandeng para pemain baru. Meski dibilang berani langkah Willian menggandeng pemain baru untuk membantu Asmara Abigail, aktingnya terlihat masih blm luwes dan kaku. Mungkin secara keseluruhan sebenarnya para pemain cukup mampu menghadirkan pesona masing-masing. Namun yang perlu digaris bawahi adalah dialog dan penghayatannya yang mesti di gali lagi agar lebih mempuni. Meski begitu pesona akting dari Asmara Abigail ini cukup mempuni dan juga beberapa peran lainnya seperti Derby Romero dan Rizky Nazar. Karakter yang sangat total dan begitu allout justru pemeran yang memainkan sosok Bunda (Saefullah Mahyudin).

Selain film yang sudah jelas mengangkat tema horror, film ini ternyata sedikit mencapaikan pesan moral didalam beberapa dialognya. Ada beberapa dialog yang menceritakan rumah pengobatan secara gamblang, salah satunya sebagai contoh masyarakat yang lebih menjauhi orang-orang yang dianggap berbeda sehingga orang-orang itu tidak memiliki tempat di masyarkat. Ada juga beberapa kutipan dialog yang terkesan dipakai untuk menunjukan kritik terhadap fanatisme keagamaan. Sayangnya dialog itu secara terang-terangan menyatakan bertapa orang-orang yang fanatik pada kepercayaan rela mengobrankan apapun demi kepercayaan. Alih-alih jadi dialog kalimat semacam ini sebaiknya ditempatkan di media sosial semacama twitter yang megundang orang untuk berdiskusi.

Apa jadinya jika di dunia ini ada orang-orang fanatik yang tidak bisa menerima kebenaran orang lain selain yang mereka percayai dan mereka ketahui? Saat orang-orang hanya perduli kepentingan kelompoknya mereka akan mengorbankan siapapun dan melegalkan segala cara untuk membenarkan tindakan mereka.

Dengan durasi selama 90menit kita akan diajak merangkai potongan misteri dengan konteks yang kemudia bisa ditemukan sampai dengan ujung film. Dengan akhir yang mengejutkan, disertai plot twist yang tidak terlalu dominan, film ini bisa dikatakan membawa warna dan sensasi baru dalam film horror yang sepertinya terinspirasai dari film Pengabdi Setan dan Sebelum Iblis Menjemput.

 

Review overview

PLOT5.1
TOKOH6.3
VISUAL6
ENDING6.6
6

Summary

Leave a Response