HorrorThriller

REVIEW: ‘US’, Premis Baru Film Horror

111views

INFORMASI

  • Release Date: 19 Maret 2019
  • Starring: Lupita Nyong’o, Kara Hayward, Winston Duke
  • Censor Rating: 17+
  • Genre: Horror, Thriller
  • Language: Bahasa Inggris
  • Subtitle: Bahasa Indonesia
  • Duration: 120 Minutes

Nontonapa – setelah sebelumnya disuguhi film horror Indonesia yang itu-itu saja, memasuki minggu ke 3 di bulan Maret ada sebuah film bergenre horror thriller psikologis yang bisa anda nikmati. Sang sutradara, Jordan Peele, menampilkan sebuah ide ceritanya yang menarik didalam film ini. Balutan Horor dengan thriller yang pastinya akan membuat detak jantung bekerja lebih cepat. Dibintangi oleh duet Lupita Nyong’o dan Winston Duke, saya merasa seperti sedang melihat sosok Nakia dan Mbaku dalam film Black Panther (2018). Ya, sebelumnya mereka berdua bermain bersama dalam film yang sempat meraih banyak penghargaan tersebut.

Apa jadinya jika anda diserang oleh seseorang yang wajahnya mirip dengan anda? Takut? Tentu. Begitulah yang terjadi pada film horror berjudul ‘US’ ini. Menceritakan tentang sebuah keluarga bahagia, Mr. Wilson (Winston Duke), Mrs. Wilson (Lupita Nyong’o), Zora Wilson (Shahadi W. Joseph) dan Jason Wilson (Evan Alex) yang memutuskan untuk kembali ke rumah masa kecil sang ibunda. Sempat mengalami trauma ketika masih kecil, Mrs Wilson khawatir apa yang menimpanya dulu akan dialami juga oleh keluarga tercintanya. Benar saja, mereka didatangi 4 sosok “silhouettes” dari orang misterius pada malam hari yang berwajah mirip persis seperti anggota keluarga mereka.

Berlatarbelakang di tepi pantai khas California Utara, film yang dinaungi Universal Studio ini menyajikan sebuah premis yang menurut saya masih segar dan baru pertama kali di industry film horror. Jordan Peele membangun cerita dengan sabar baik melalui dialog antar pemain maupun potongan cerita yang terjadi. Pengenalan karakter ditampilkan tidak tergesa dan memaksakan, sehingga penonton bisa dengan santai mengenali karakter-karakter didalamnya. Seperti halnya film thriller psikologis lain seperti Silence of The Lamb (1991) atau Psycho (1960) dimana cerita berjalan lamban dengan pengembangan cerita dan tokoh yang penuh dengan kejutan.

Beberapa adegan disisipkan sedikit humor ditengah tengah situasi yang sedang tegang sebagai intermezo, seolah sang sutradara ingin memberikan ruang nafas bagi penonton. Pemberian dialog serius namun menggelitik berjalan sempurna dan tidak terkesan dipaksakan.

Sayangnya dalam film ini tidak secara utuh dijelaskan sosok misterius atau dikenal dengan istilah “Doppelganger” itu sebenarnya tergolong kedalam jenis mahluk apa dan bagaimana mereka terbentuk. Jika memang mahluk halus, tidak akan mungkin sebuah benda tajam bisa membunuhnya. Alien? Tidak ditemukan tanda-tanda jika mereka merupakan golongan alien. Namun siapa yang peduli dengan itu semua ketika saya bisa menikmati film secara keseluruhan.

Bagian yang menarik adalah ending yang disuguhkan oleh sang sutradara dengan menjadikan cerita di awal film sebagai konklusi di akhir. Anda akan dikejutkan oleh sebuah fakta yang dimunculkan melalui adegan-adegan flashback serta dialog Mrs. Wilson dengan kembarannya. Ending seperti ini banyak sekali dijumpai pada film-film thriller psikologis, ending jadul namun tetap menghibur. Namun bagi anda yang tidak tahan melihat pertumpahan darah, saya sangat tidak merekomendasikan film ini.

Review overview

PLOT8
TOKOH8.2
ENDING8.6
8.3

Summary

Leave a Response