Horror

REVIEW: ‘The Sacred Riana: The Beginning’, Bukan Cerita Biopik!

127views

INFORMASI

  • Release Date: 14 Maret 2019
  • Starring: The Sacred Riana, Aura Kasih, Agatha Chelsea, Prabu Revolusi, Citra Prima
  • Censor Rating: 17+
  • Genre: Horror
  • Language: Bahasa Indonesia
  • Subtitle: –
  • Duration: 111 Minutes

Nontonapa – Siapa yang tidak kenal Riana? Semenjak kemunculannya di salah satu ajang pencarian bakat Asian’s Got Talent dan menjadi juara pada 2017 lalu, kini nama Riana mulai popular di kalangan masyarakat. Bahkan kisah sang pesulap telekinesis yang tidak banyak biacara itu kini sudah diangkat ke layar lebar dengan judul The Sacred Riana: The Beginning besutan sutradara film Tuyul (2015), Rumah Malaikat (2016) dan Petak Umpet Minako (2017), Billy Christian. Perlu diketahui bahwa film ini bukan termasuk film biopic yang diangkat berdasarkan kisah nyata melainkan full fiksi. Semoga tidak kecewa.

Film The Sacred Riana: The Beginning menceritakan tentang asal muasal dari kekuatan Riana, mengapa ia jarang berbicara dan bagaimana bisa menjadi seseorang dengan pribadi yang misterius. Kisah bermula ketika Riana kecil yang tinggal bersama kedua orang tuanya yang merupakan pengusaha rumah duka. Riana memang seorang indigo sejak kecil, ia sering melihat hantu disekitarnya namun ia tidak tahu harus bercerita kepada siapa karena kesibukan orangtuanya yang berdampak kepada Riana dimana ia jarang mendapat perhatian, ditambah lagi ia selalu di-bully disekolahnya. Singkat cerita, rumahnya kebakaran sehingga memaksanya untuk pindah ke rumah Johan yang berisi barang-barang antik. Disana ia menemukan sebuah gudang yang menjadi tempat dimana ia menemukan boneka rusuh Riani pertama kali.

Berlatar belakang sebuah rumah tua era Belanda, film Riana ini sebenarnya memiliki premis yang biasa atau umum, seseorang menemukan sesuatu kemudian tidak sengaja melepaskan ruh-ruh jahat didalamnya. Seperti halnya film legendaris Evil Dead (2013), ketika beberapa remaja secara tidak sengaja melepaskan ruh jahat dari dalam kitab, selain itu ada film jadul berjudul Dolly Dearest (1991) yang tidak sengaja melepaskan ruh jahat disebuah makam, atau jangan jauh-jauh, terbaru ada film berjudul Dreadout (2019) dimana ketidaksengajaan membuka sebuah portal alam gaib sehingga membangunkan setan.

Jika berbicara film horror tentu kurang lengkap jika tidak membahas hantu didalamnya. Hantu yang ditampilkan pada film Riana merupakan hantu dengan gaya Eropa, seperti sosok Bava Gogh, hantu Dracula bergigi tajam yang menggunakan jas dan stelan yang rapih khas orang Eropa jaman dulu. Kemudian ada hantu wanita tanpa kepala yang berpakaian gaun putih khas Eropa, dan ada juga hantu tuyul yang mirip dengan karakter fiksi hantu bernama Toshio Saeki dalam film horror jepang berjudul Ju-On. Bisa dikatakan kemampuan Riana dalam melihat setan tergolong selektif, dimana ia hanya bisa melihat setan bule dibanding setan lokal.

Jika beberapa orang beranggapan bahwa unsur ketidak logisan tidak terlalu penting dalam film bergenre horror, saya kurang begitu setuju. Jika ketidaklogisan dilakukan oleh setan mungkin itu hal wajar, karena dalam sesuatu yang bersifat mistis hal yang logis bisa dibuat tidak logis. Namun apa jadinya jika ketidak logisan dilakukan pada suatu adegan normal tanpa setan? Bagi saya unsur kelogisan dalam sebuah film horror sangat patut diperhatikan, kenapa? Karena suatu adegan didalam film horror yang dibuat secara logis akan membuat dan menimbulkan suatu kesan kepada penonton, selain itu kenikmatan saat menonton pun akan mengalir tanpa adanya gangguan ketidak logisan suatu adegan seperti pada film The Sacred Riana: The Beginning yang tayang pada 14 Maret 2019 ini. Karena horror itu tidak melulu soal setan, alur cerita dan tema bisa dibangun menjadi sebuah film horror tanpa mengedepankan sosok setan.

Review overview

PLOT5.5
TOKOH5.5
ENDING5.5
5.5

Summary

Leave a Response