AdventureAnimationComedyfamily

REVIEW: ‘Wonder Park’, Film Animasi Warna Warni

154views

INFORMASI

  • Release Date: 13 Maret 2019
  • Starring: Brianna Denski, Jennifer Garner, Ken Hudson Campbell,
  • Censor Rating: SU
  • Genre: Adventure, Animation, Comedy, Family
  • Language: English
  • Subtitle: Bahasa Indonesia
  • Duration: 86 Minutes

Nontonapa – Seperti ingin mengulang kesuksesan film sebelumnya yang sempat meraih piala Oscar pada tahun 2012 silam berjudul Rango (2011). Pada pertengahan bulan Maret ini Nickelodeon Movies berduet kembali dengan Paramount Pictures dalam menghadirkan sebuah film animasi berjudul “Wonder Park” yang sudah tayang di Indonesia mulai tanggal 13 Maret 2019. Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar mengenai film yang sempat mengalami penundaan rilis beberpa kali ini, agar tidak menjadi Spoiler yang mengganggu bagi para calon penonton.

Wonder Park menceritakan tentang seorang anak kecil berumur 10 tahun bernama Cameron “June” Bailey (Briana Denski) yang mempunyai imajinasi serta mimpi yang tinggi untuk membangun sebuah wahana bermain bersama sang ibunda, Mrs. Bailey (Jennifer Garner) yang diberi nama “Wonderland”. Selain wahana bermain terdapat beberapa binatang yang dapat berbicara untuk mengelola “Wonderland” seperti Greta (Mila Kunis) si babi hutan, kemudian ada Boomer (Ken Hudson Campbell) si beruang biru, selain itu ada Gus (Kenan Thompson) & Cooper (Ken Jeong) si berang-berang kembar hyperactive, tidak lupa ada Steve (John Oliver) si landak serta Peanut (Norbert Leo Butz) si kera.

Namun, majinasi dan mimpi June seolah sirna ketika sang ibunda jatuh sakit dan tidak bisa menemai June seperti biasanya. Semangat June pun hilang dan membuang semua impian untuk membuat “Wonderland”. Keajaiban terjadi ketika June dengan tidak sengaja memasuki sebuah portal yang mengantarkannya ke sebuah wahana bermain “Wonderland” yang ia ciptakan bersama sang ibunda namun dalam kondisi yang porak poranda. Apa yang terjadi dengan Wonderland? Akankah June dapat mengembalikan kejayaan Wonderland?

Steven Price, sang penata music yang juga ikut serta dalam pembuatan The Lord of The Ring: The Two Towers, sukses menyajikan backsound yang lumayan berkesan, seolah membuat saya seperti berada di wahana bermain. Selain itu sentuhan sang cinematography, Juan García Gonzalez, yang menurut saya sudah bekerja cukup baik dalam “menterjemahkan” setiap kata-kata dari sang penulis cerita, Robert Gordon, kedalam sebuah gambar yang bisa dinikmati penonton.

Meski bisa dikatakan bahwa animasi pada Wonder Park tidak sebagus yang ditampilkan pada film Nickelodeon sebelumnya yaitu Spongebob the Movie. Namun saya sangat paham jika memang tujuan pasar dari film ini adalah kalangan anak-anak kecil yang tidak terlalu mementingkan animasi, cukup tone yang kaya akan warna serta karakter lucu dan imut didalam sebuah plot yang ringan dan sederhana.

Dilihat secara keseluruhan, film ini bisa dikatakan sebagai film edukasi bagi anak-anak. Mengajarkan bagaimana sebuah mimpi yang kita idamkan bisa saja terwujud tanpa waktu dan tempat yang tidak terduga. Sesuai dengan genre yang disematkan untuk film ini yaitu Animation, Adventure, Comedy, dan Family, serta rating berupa SU (Semua Umur) film ini cocok untuk disaksikan bersama keluarga khususnya putra-putri kecil kesayangan anda.

Review overview

PLOT5.5
TOKOH5.4
ENDING5.4
5.4

Summary

Leave a Response